Biography

Put Your Text Here

Content

Showing posts with label peduli bumi. Show all posts
Showing posts with label peduli bumi. Show all posts

Ragam Kupu-kupu Bantimurung Menyusut

Monday, May 24, 2010 0 comments
MAROS, KOMPAS.com — Jenis kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus berkurang. Hal ini disebabkan habitat hidup mereka terganggu aktivitas manusia dan tanaman tempat mereka bertelur mulai hilang akibat pembangunan tempat rekreasi.


Dari penelitian Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (BTNBB) tahun 2008-April 2010, spesies kupu-kupu tinggal 89 dari total 107 spesies hasil penelitian tahun 1990-an. Adapun 18 jenis lainnya akan dicoba untuk ditemukan dalam sisa waktu delapan bulan ini.

Koordinator kelompok kerja Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Balai TNBB Putri Cendrawasih, Rabu (12/5/2010), memperkirakan, penurunan itu dipicu tiga hal. Pertama, pembangunan sejumlah bangunan tempat wisata alam yang mengurangi tempat bertelur kupu-kupu. ”Kupu-kupu hanya mau bertelur di tempat yang menjamin ketersediaan pangan untuk larva,” ujarnya. Akibatnya, kupu-kupu bermigrasi mencari tempat lain yang mampu menyediakan makanan bagi larva.

Blog Yang Hemat Energi. Mungkinkah?

Thursday, April 29, 2010 1 comments
Berapa banyak CO2 yang perangkat Anda pancarkan ketika sedang surfing melalui web? Setiap menit seribu pengunjung menghabiskan browsing sebuah website rata-rata sekitar 1,2 kg CO2 dipancarkan ke atmosfer kita.

Sekarang, itu bukan jumlah yang sangat besar untuk sebuah situs web secara individu, tetapi jika Anda mempertimbangkan jumlah waktu Anda habiskan di internet bersama dengan orang lain, Online Leaf mungkin memberikan sebuah solusi atas permasalahan ini. Dengan menawarkan script yang mampu membuat web yang memasang script ini akan mengalami masa standby selama beberapa saat, jika tidak ada aktivitas pada web browser. Cara ini diklaim mampu menghemat energi karena meminimalkan kerja mesin komputer yang membuka web tersebut.

Website Peduli Bumi sudah dipasang script ini dan berfungsi baik, jika web kami mengalami blank screen hitam maka Anda cukup menggerakkan cursor pada area web dan akan segera kembali normal.

Wahyu Nugroho D.K.A.

Website Pendidikan Tentang Masalah-Masalah Bumi

Wednesday, April 28, 2010 0 comments
Di sore yang cukup panas ini saya iseng googling tentang pendidikan untuk meningkatkan kepedulian terhadap bumi. Akhirnya saya menemukan satu website, dengan bahasa Inggris, yang memiliki semacam soal-soal yang menanyakan masalah kerusakan lingkungan. Saya pikir soal-soal tersebut bagus untuk diajarkan di jenjang awal pendidikan karena sifatnya yang mendorong anak-anak untuk lebih ingin tahu mengenai masalah yang ada.




Nyasar Sampai Tepi Sungai Ciliwung

Sunday, April 25, 2010 4 comments
Post ini masih ada hubungannya dengan post Perayaan Hardiknas yang Lucu, walaupun kenyataannya sangat ironis, miris. 

Masih tentang perjalanan nyasar ke kantor Bappenas yang akhirnya membuat kami berhenti di tepian sungai Ciliwung sambil menunggu kakak saya memainkan smartphone ber-GPS-nya, sebenarnya saya membenci ponselnya. Hahaha  

Oke, saya akui selama berhenti bau busuk menusuk indera penciuman.Tengoklah sungai sebelah, seperti supermarket. Toko serba ada "semua ada di sini"

"Sungai Ciliwung telah dinomor duakan oleh segenap penduduk Jakarta. Mereka tak lagi menganggap sakral sungai yang sempat menjadi titik tumpu sumber kehidupan masyarakat sekitar" http://inksppiration.blogspot.com/
Memang benar, kita bisa menemukan banyak sampah di sana. Sikat gigi, sofa, baju bahkan konon ada yang pernah menemukan kulkas dua pintu di dekat penyaringan sampah. Wow...


Bahkan dalam salah satu forum disebutkan bahwa Sungai Ciliwung termasuk dalam kumpulan sungai terburuk sedunia. Prestasi yang cukup hebat.

Beberapa bulan lalu, saya bersama teman satu kelas mengunjungi kantor KPK. Di seberang jalan ada sebuah sungai, sepertinya masih berhubungan dengan Ciliwung dan memang bauuunnyyaaaa.....!!!


Wahyu Nugroho D.K.A.

One Man One Tree? or One Man Thousands Trees?

0 comments
Sudah sejak lama kita mendengar jargon "Go Green" yang tentu saja mendasari kegiatan "One Man One Tree". Dalam sebuah acara biasanya sudah disediakan bibit-bibit pohon, yang bisanya jumlahnya tidak terlalu banyak, dan biasanya pejabat-pejabat dan pemuka masyarakat mulai menanamnya satu orang satu pohon.


Paparan di atas hanya sebuah ilustrasi saja ya. Semua bertujuan baik demi lingkungan. Tapi yang sedikit perlu kita 'utak-atik' adalah istilah "One Man One Tree", sepertinya harus diganti menjadi "One Man Hundreds Trees" atau bahkan "One Man Thousands Trees"! Kenapa? Saya kira kalau satu orang hanya menanam satu pohon, yang biasanya sudah disediakan pihak tertentu, kurang memiliki greget. 

Ternyata, Paus Perangi Pemanasan Global

Saturday, April 24, 2010 0 comments
Metrotvnews.com, Sidney: Paus ternyata memiliki peran memerangi pemanasan global yang mulai mengkhawatirkan. Kotoran hewan bertubuh besar itu ternyata bisa membantu penyerapan karbondioksida dari atmosfer.

Setidaknya, itulah kesimpulan yang diyakini peneliti Australia. Hasil peneletian yang dilakukan Divisi Antartika Australia menunjukkan kotoran paus yang kaya zat besi secara alamiah merupakan pupuk alami di permukaan air laut dan membantu penyerapan lebih banyak karbondioksida di udara ke dalam laut.

"Tumbuh-tumbuhan menyenangi hal ini dan ini merupakan salah satu cara menghilangkan karbon dari atmosfer," jelas peneliti antartika Steve Nicol. Dia pun menambahkan kotoran paus itu berbentuk gumpalan dan cairan.




Populasi besar darin paus ballin dan kril-- makanan paus--akan meningkatkan produktivitas ekosistem samudera di selatan bumi. Hal ini pada gilirannya akan meningkatkan daya serap karbondioksida, zat yang dinilai sebagai biang kerok pemanasan global.

Menteri LH Tak Kompromi kepada Perusak Lingkungan

Friday, April 23, 2010 0 comments
Cianjur, Jawa Barat (ANTARA News) - Menteri Lingkungan Hidup Gusti M Hatta mengatakan tidak akan kompromi terhadap pihak yang merusak lingkungan dan akan melakukan tindakan nyata.

"Tidak akan kompromi," kata Hatta pada diskusi Kita Peduli Bumi yang diadakan oleh LSM Vanaprastha, di Taman Nasional Gunung Pangrango, Cianjur, Jawa Barat, Jumat.

Pada acara yang dipandu Ketua Umum Vanaprastha Adhyaksa Dault, Hatta mengatakan bahwa ia bersama dengan menteri kehutanan diminta Presiden berkeliling Indonesia untuk melihat kasus-kasus kerusakan lingkungan terutama di bidang kehutanan dan lingkungan.

Ia mengatakan, banyak kasus kehutanan yang dihukum ringan bahkan dibebaskan.


Presiden, katanya, juga meminta Satgas Mafia Hukum untuk meneliti kasus-kasus tersebut.

Kawan Peduli Bumi on Network - Part 1

0 comments




Peduli Bumi, Hanya Pemanasan Global?

0 comments
Salam Peduli Bumi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam dua dekade ini bumi telah mengalami banyak perubahan. Ya, kemajuan perekonomian dan perindustrian telah memberikan efek yang cukup nyata. Kepedulian masyarakat terhadap dampak-dampak yang muncul akibat kegiatan-kegiatan eksploitasi sumber daya alam sangatlah kurang.

Perubahan nyata mulai terlihat pada dekade 90an. Kerusakan hutan, pencemaran lingkungan, meningkatnya spesies yang terancam punah, krisis air, populasi penduduk yang meningkat pesat dan perubahan iklim yang sangat cepat telah menjadi masalah yang sangat nyata akibat kurangnya kepedulian kita.

Perubahan iklim disebut memancing pemanasan global, banyak terjadi gempa bumi dan badai serta berkembangnya berbagai macam pandemi penyakit.


Selamat Hari Bumi 22 April 2010

Thursday, April 22, 2010 0 comments
Salam Peduli Bumi.

Bersamaan dengan peringatan Hari Bumi sedunia maka Peduli Bumi melakukan pre-launching website resmi Peduli Bumi. Peduli Bumi adalah proyek kampanye lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bumi. Peduli Bumi dipelopori oleh Wahyu Nugroho D.K.A. dan Ratih Raka Siwi, dua sahabat sejak masa sekolah menengah pertama. Peduli Bumi memiliki semboyan “In Earth, We Care” atau “Di Bumi, Kita Peduli”, semboyan ini bermakna kepedulian terhadap keselamatan serta keberlangsungan bumi kita tercinta ini.


Semoga dalam momen yang sangat bagus ini kita mampu memulai usaha-usaha yang nyata dalam mengurangi dan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi di bumi kita ini.

Di bumi, kita peduli.