( Setelah sebelumnya kami menyinggung tentang peranan paus dalam memerangi pemanasan global, kini kami mencoba memberitahukan bagaimana hewan itu kini sedang berada dalam masalah yang besar, kepunahan, yang disebabkan oleh tangan-tangan yang amat tidak bijaksana.)
INILAH.COM, Sydney – Perburuan paus yang kontroversial oleh Jepang di laut Antartika, mendapat pertentangan keras dari internasional. Sayangnya, perburuan ini merupakan warisan turun temurun yang didukung pemerintah.
Kapal besar pemburu paus itu bernama Shonan Maru 2 yang dilengkapi dengan persenjataan seperti harpun dan meriam air. Kapal itu tak lama lagi akan berada di Antartika, melalui laut Australia. Sasaran mereka sudah jelas, 935 paus minke yang tidak langka 20 paus sirip yang langka, dan 50 paus humpbacks.
“Kami takkan mengubah kebijakan (perburuan) paus karena alasan budaya. Bahkan, kami merasa tak perlu ada review mengenai kebijakan ini,” ujar Menlu Jepang Katsuya Okada, awal pekan ini.
Menurut Okada, ceritanya akan berbeda jika paus yang mereka buru merupakan hewan langka yang benar-benar sudah di ambang kepunahan. Namun saat ini, ia membela rakyatnya yang masih gemar menyantap daging mamalia laut itu. Padahal beberapa waktu lalu, LSM Greenpeace memprediksikan krisis ekonomi akan membuat Jepang berhenti berburu paus.

